Senin, 28 November 2011

PERAN AKTIF ANGGOTA KOPERASI TERHADAP KONTRIBUSI KESEJAHTERAAN ANGGOTA



            Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-perorangan atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat dan sebagai suatu badan usaha mempunyai peran dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur, maju, sejahtera. Diharapkan Koperasi dapat membangun dirinya sendiri agar kuat dan mandiri sehingga dapat berperan sebagai guru perekonomian Indonesia.
Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan Koperasi. Gerakan Koperasi adalah keseluruhan organisasi Koperasi dan kegiatan perkoperasian yang bersifat terpadu menuju tercapainya cita-cita bersama Koperasi. Perkoperasian di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, dan bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur. Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan bahwa tujuan koperasi adalah untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, ikut serta membangun tatanan perekonomian Nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Anggota adalah pemilik sekaligus pengguna pelayanan koperasi. Kesadaran dan penghayatan anggota terhadap koperasinya sangat diperlukan dengan tujuan akhirnya adalah meningkatnya partisipasi anggota dalam usaha koperasinya. Untuk itu, dibutuhkan pendidikan perkoperasian yang standar, terprogram, dan berkelanjutan bagi anggota.
Keaktifan anggota berpartisipasi dalam pembiayaan koperasi berupa simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela serta pemanfaatan berbagai potensi pelayanan yang disediakan koperasi akan meningkatkan modal koperasi, terutama modal kerja dan omzet usaha koperasi. Hal ini tentu akan membuat koperasi akan menjadi berkembang lebih baik dan akan menguntungkan anggota terutama dengan adanya kenaikan perolehan sisa hasil usaha koperasi.
Dengan keaktifan partisipasi para anggota dalam berkoperasi maka kegiatan koperasi dapat berjalan dengan lancar. Semakin banyak transaksi-transaksi pada koperasi oleh anggota maupun bukan anggota akan semakin meningkat pula pendapatan koperasi, sehingga modal kerja koperasi akan semakin meningkat pula. Modal kerja inilah yang perlu diperhatikan oleh para pengurus koperasi untuk mengelolanya dengan baik, sehingga modal kerja itu dapat digunakan secara ekonomis dan efektif untuk pembiayaan operasional koperasi sehari-hari.
Modal kerja merupakan jumlah dana yang terus menerus harus menghubungkan antara saat pengeluaran uang untuk memperoleh barang, dengan saat penerimaan penjualan. Koperasi harus tetap melakukan pembelian bahan, membayar upah pegawai, membayar rekening listrik, air, telepon dan sebagainya tanpa harus menunggu sampai diterimanya penjualan. Hal ini dilakukan agar koperasi masih bisa berjalan dengan lancar. Modal kerja di samping untuk pembiayaan operasional juga untuk pembayaran yang tidak ada kaitannya dengan produksi seperti cicilan pembelian harta tetap, membayar pajak, membayar Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggota, dan sebagainya.
Sisa hasil usaha koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya penyusutan, dan kewajiban lainya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. Sisa Hasil Usaha (SHU) setelah dikurangi dana cadangan dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan lain dari koperasi sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. Oleh karena Anggota koperasi dituntut kesadarannya untuk aktif dalam memenuhi kewajibannya, karena kesadaran dalam memenuhi hak dan kewajiban anggota sangat diperlukan untuk pengembangan koperasi. Kesadaran yang tinggi anggota itu dimanifestasikan dalam bentuk adanya partisipasi aktif anggota koperasi yang diharapkan usaha yang dilaksanakan akan mendatangkan laba usaha. Dengan laba usaha (Sisa Hasil Usaha) yang diperoleh setiap periode tahun buku yang sebagian dicadangkan sebagai dana dan sebagian digunakan untuk memupuk modal sehingga usaha koperasi baik dalam pelayanan unit pertokoan maupun kemampuan menyediakan pinjaman kepada anggota serta kesejahteraan anggota pun akan semakin meningkat.

Perhitungan Sisa Hasil Usaha


PERHITUNGAN SISA HASIL USAHA
SMA TRAVINA PRIMA
PER DESEMBER 2010
Jumlah Pendapatan                                        28.029.103
Jumlah Pengeluaran                                        (7.631.512)
  SHU Tahun Berjalan                                                               20.397.591
  SHU yang Belum Dibagi (Periode Berjalan)                                    (7.591)
SHU yang Akan Dibagikan                                                                              20.390.000                                                                                               

Pembagian SHU
Pembagian SHU (Sesuai dengan Anggaran Dasar) sebagai berikut :
                Cadangan                                            25% x 20.390.000                            = 5.097.500
                Dana Bagian Anggota                          30% x 20.390.000                            = 6.117.000
                Dana Kegiatan Kesiswaan                   10% x 20.390.000                            = 2.039.000
                Dana Pendidikan                                 15% x 20.390.000                            = 3.058.500
                Dana Sosial                                        10% x 20.390.000                             = 2.039.000
                Dana Bagian Pengurus dan Pengawas   5% x 20.390.000                             = 1.019.500
   Dana Bagian Pengelola                          5% x 20.390.000                             = 1.019.500

SHU Bagian Anggota (Dibagikan Secara Proporsional Sesuai Besar Simpanan)               6.117.000
Total Simpanan Pokok dan Wajib Serta Rata- rata Saldo Tabungan Harian                   45.119.591

Sehingga persentase SHU anggota (Indeks) adalah  6.117.000  x 100%                  = 13,56%                               45.199.591
  



DAFTAR ANGGOTA DAN SHU

No
Nama
Simp. Pokok
Simp. Wajib
Tabungan
Jml. Simpanan
RSH
SHU
13, 56%
1
Adi Ahdiana
500.000
200.000
1.225.000
1.925.000
1.890.000
256.284
2
Anggi Nugraha
500.000
200.000
1.153.000
1.853.000
1.670.000
226.452
3
Ani Nuranini
500.000
200.000
1.116.000
1.816.000
1.780.000
241.368
4
Anissa
500.000
200.000
1.120.000
1.820.000
1.500.000
203.400
5
Ardi Prima
500.000
200.000
1.101.000
1.801.000
1.785.000
242.046
6
Donal Mulan
500.000
200.000
1.113.000
1.813.000
1.795.000
243.402
7
Eka Rangga
500.000
200.000
1.160.000
1.860.000
1.830.000
248.148
8
Fitria Wati
500.000
200.000
1.150.000
1.850.000
1.820.000
246.792
9
Galih Wahyuda
500.000
200.000
1.111.000
1.811.000
1.780.000
241.368
10
Heri Darma
500.000
200.000
1.110.000
1.810.000
1.790.000
242.724
11
Hilman Novan
500.000
200.000
1.135.000
1.835.000
1.805.000
244.758
12
Ika Trisnia
500.000
200.000
1.120.000
1.820.000
1.500.000
203.400
13
Meta April
500.000
200.000
1.205.000
1.905.000
1.880.000
254.928
14
Melia Wida
500.000
200.000
1.210.000
1.910.000
1.870.000
253.572
15
Nino Tri
500.000
200.000
1.135.000
1.835.000
1.805.000
244.758
16
Riki Ardian
500.000
200.000
1.110.000
1.810.000
1.790.000
242.724
17
Sherli
500.000
200.000
1.111.000
1.811.000
1.780.000
241.368
18
Siti Rohma
500.000
200.000
1.120.000
1.820.000
1.500.000
203.400
19
Tika
500.000
200.000
1.210.000
1.910.000
1.870.000
253.572
20
Tri Adi
500.000
200.000
1.113.000
1.813.000
1.795.000
243.402
21
Trisna
500.000
200.000
1.120.000
1.820.000
1.500.000
203.400
22
Trodi Agus
500.000
200.000
1.116.000
1.816.000
1.780.000
241.368
23
Vanny Silvana
500.000
200.000
1.153.000
1.853.000
1.670.000
226.452
24
Yogi Maulana
500.000
200.000
1.155.000
1.855.000
1.825.000
247.470
25
Yuda Rancang
500.000
200.000
3.350.000
3.200.000
3.100.620
420.444

JUMLAH
12.500.000
5.000.000
30.742.000
21.543.000
43.885.000
6.117.000