Selasa, 02 April 2013

Kasus & Metode Ilmiah


JUDUL : KAJIAN PEMBERDAYAAN NELAYAN DI KECAMATAN TELUK AMBON BAGUALA  ( STUDI KASUS PROGRAM JICA )
OLEH : W.H. Elizabeth D Dahaklrory (2010-68-014)
PROGRAM STUDI : AGROBISNIS PERIKANAN

Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah studi kasus. Studi kasus atau penelitian kasus adalah penelitian dengan karakteristik masalah. Yang berkaitan dengan latar belakang dan kondisi saat ini dari subjek yang diteliti, serta interaksinya dengan lingkungan (Indriantoro, 1999).
Penelitian studi kasus yaitu memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail tentang, latar belakang dan sifat-sifat yang khas dari kasus ataupun status individu. Subjek penelitian kasus adalah berupa unit sosial individu, kelompok, lembaga atau masyarakat, pada penelitian ini, kasus yang diteliti adalah kelompok nelayan di Desa Nania dan Desa Poka sebgai kelompok yang diberdayakan dari pihak JICA serta tim jitin sebagai pelaku pemberdayaan.
Dari metode penelitian studi kasus maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi partisipatori yaitu ikut terlibat dalam kegiatan pemberdayaan.

JUDUL : ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN MINI PURSE SEINE DIDESA BATU MERAH
OLEH : Muhammad Rizal (2006-68-015)
PROGRAM STUDI : AGROBISNIS PERIKANAN

Metode Penelitian
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah survey. Menurut Nazir (2003), Metode survey adalah penyelidikan yang dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta dan gejala-gejala yang ada, mencari keterangan secara nyata baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok atau suatu daerah.
Dari metode penelitian yang telah ditentukan adalah metode studi kasus maka metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti untuk memperoleh data yang diperlukan dan melakukan wawancara langsung dengan responden berdasarkan kuisioner (daftar pertanyaan). Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti keadaan umum lokasi dan sumber-sumber pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini.

JUDUL : DETEKSI DAN IDENTIFIKASI KAPANG DARI PRODUK FERMENTASI BEKASANG DAN KECAP UDANG
OLEH : Eka Santi Umagap (2005-67-009)
PROGRAM STUDI : TEKNOLOGO HASIL PERIKANAN

Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah metode eksploratif yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk mengungkapkan keterangan dari suatu fakta tertentu secra terperinci dan sistematis (Mantjoro dan Manus, 1987). Dalam (Habibu, 2009) dan data yang dikumpulkan melalui uji laboraturium pada produk yang ada. Parameter yang di uji pada penelitian ini adalah parameter objektif yaitu analisi Ph, analisis kadar garam, analisis TPC, analisis kapang dan dilanjutkan dengan identifikasi kapang.
Kemudian analisis data pada penelitian ini bersifat deskriptif, dengan demikian data yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Kapang menurut Winarno, 1980 menyatakan bahwa kapang sering tumbuh pada lahan makanan dan dapat menghasilkan toksin. Dimana toksin tersebut tetap ada dalam bahan makanan walaupun kapangnya telah mati, sehingga bahan makanan yang terlihat ditumbuhi kapang mungkin mengandung mitoksin. Jenis kapang yang menghasilkan toksin adalah Aspergillus sp, Penicilium sp, dan Fusarium sp. 

KESIMPULAN
·      Penelitian survei merupakan upaya pengumpulan informasi dari sebagian populasi yang dianggap dapat mewakili populasi tertentu. Metode ini bertitik tolak pada konsep, hipotesis, dan teori yang sudah mapan sehingga tidak akan memunculkan teori yang baru. Penelitian survei memiliki sifat verifikasi atau pengecekan terhadap teori yang sudah ada (Mantra, 2001). Dalam perjalanannya, survei biasa digunakan untuk mengevaluasi berbagai program kesehatan (Depkes, 1998) maupun menginvestigasi berbagai status kesehatan dan penyakit yang actual di masyarakat (Frerichs & Shaheen, 2001).
·      Studi kasus merupakan penelitian yang mendalam tentang individu, satu kelompok, satu organisasi, satu program kegiatan, dan sebagainya dalam waktu tertentu. Tujuannya untuk memperoleh diskripsi yang utuh dan mendalam dari sebuah entitas. Studi kasus menghasilkan data untuk selanjutnya dianalisis untuk menghasilkan teori. Sebagaimana prosedur perolehan data penelitian kualitatif, data studi kasus diperoleh dari wawancara, observasi, dan arsif. Studi kasus bisa dipakai untuk meneliti sekolah di tengah-tengah kota di mana para siswanya mencapai prestasi akademik luar biasa.
·      Penelitian eksploratif adalah salah satu jenis penelitian sosial yang tujuannya untuk memberikan sedikit definisi atau penjelasan mengenai konsep atau pola yang digunakan dalam penelitian. Sifat dari penelitian ini adalah kreatif, fleksibel, terbuka, dan semua sumber dianggap penting sebagai sumber informasi. Penelitian eksploratif dilakukan apabila peneliti tidak familiar dengan masalah yang di teliti. Topic yang di teliti masih relative baru , literature atau hasil penelitian yang membahas maslah itiu masih langka. Peneliti dalam hal ini sama sekali tidak tau sebelumnya. Peneliti mengidentifikasi orang-orang yang ada berdasarkan cirri-ciri sosisologis dan perannya di dalam masyarakat. Peneliti mencatat kejadian-kejadian , kemudian dia menyusun kategori atas subyek-subyek pelaku dan juga mengkategorikan kejadian-kejadian. Dari kategori-kategori itu peneliti mengembangkan konsep sesuai dengan keadaan yang ada di lapangan atau mungkin juga merevisi konsep-konsep ilmiah yang pernah dia peroleh di dalam literature-literatur ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjadikan topik baru lebih dikenal oleh masyarakat luas, memberikan gambaran dasar mengenai topik bahasan, menggeneralisasi gagasandan mengembangkan teori yang bersifat tentatif, membuka kemungkinan akan diadakannya penelitian lanjutan terhadap topik yang dibahas, serta menentukan teknik dan arah yang akan digunakan dalam penelitian berikutnya.

Sumber : http://fithatyho.blogspot.com/2012/10/tugas-metode-ilmiah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar