Selasa, 23 Oktober 2012

Metode Riset : Jurnal 1

Judul : PENGARUH ATRIBUT PRODUK YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM PEMILIHAN
PRODUK DEPOSITO PERBANKAN
Pengarang : Gunarto Suhardi
Tahun : 2008


Abstract
Trust is the critical element in banking product. Without consumer trust, banking industry will
face a difficulties to create a true loyalty. Attribute product can help banking industry to create
consumer trust by creating a product which has an important attribute by which consumer make
a consideration whether the bank is credible or not. The aim of this research is to find out
attribute that is important in consumer persepective and how would those attribute affecting
their trust and their loyalties to the bank. Exploratory factor analysis was used to find the most
important attribute product. The exploratory factor analysis result then analyized with structural
equation modeling to calculate the effect of the important attribute to the consumer trust and
loyalty. As a result, they are 2 factor which are Flexibility factor and Bank Competencies factor
as an important attribute product which has affected trust and loyalty as well.
Keywords : trust, banking, attribute product, loyalty, deposito


1. PENDAHULUAN
Sesuai bunyi pasal 4 Undang Undang No 7 Tahun 1992 dan Undang Undang No 10 Tahun 1998 perbankan
Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan,
pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Pasal 1 juga
menyatakan bahwa fungsi utama perbankan adalah menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat.
Untuk melaksanakan fungsi itu maka langkah pertama adalah bank harus mampu menghimpun dana
dengan terus menarik nasabah untuk menempatkan dananya pada bank terutama yang berjangka panjang
berupa deposito. Dengan demikian, Bank harus memahami pengaruh atribut produk yang dipertimbangkan dalam
pemilihan produk deposito perbankan terhadap kepercayaan dan dampaknya pada loyitas nasabah.
Perlu juga diperhatikan bahwa kasus ini mempunyai keterkaitan dengan kejadian dan dampaknya secara
luas pada fungsi perbankan ketika pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, terutama dalam kondisi
ekonomi Indonesia yang senyatanya sedang menurun terutama dalam kasus produktivitas bangsa. Sebagaimana
tertulis dalam Undang Undang yang ditujukan pada masyarakat perbankan maka tugas meningkatkan produktivitas
bangsa melalui pembiayaan oleh perbankan adalah tugas yang paling menentukan bagi kelangsungan bangsa
Indonesia. Tugas ini hanya dapat tercapai apabila tugas penghimpunan dana berhasil dilakukan dengan baik.
Saat ini konsumen perbankan dalam menyimpan dana berbentuk deposito pada bank sangat berbeda
dengan dekade sebelumnya. Konsumen perbankan tidak lagi menjadi pihak yang terabaikan. Bahkan dalam
beberapa industri lainnya, konsumen menjadi penentu kelangsungan hidup perusahaan. Bukan sesuatu yang aneh
ketika perusahaan menutup usahanya karena tidak terdapat cukup pelanggan yang menguntungkan. Beberapa
ahli berpendapat bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh pelanggan baru lebih mahal 5 kali
dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mempertahankan konsumen yang sudah ada.

Dunia perbankan saat ini banyak diwarnai oleh berbagai produk baru disamping produk-produk investasi
konvensional yang telah ada. Saat ini begitu banyak bentuk investasi yang ditawarkan pada masyarakat. Terdapat
manajemen dana nasabah yang dikenal dengan sebutan reksadana, asuransi, manajemen asset, lembaga
pengelolaan investasi saham dan mata uang asing. Produk-produk ini sebenarnya merupakan derivatif dari produk
perbankan lama dan merupakan pengembangan dari tugas yang dibebankan oleh kedua Undang Undang itu. Jasa
keuangan semacam ini terbilang unik karena memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan produk lain.
Elemen-elemen yang abstrak turut mewarnai hubungan antara konsumen dalam hal ini nasabah dengan pihak bank
Dalam produk yang mengandalkan hubungan antara konsumen dan penyedia jasa maka kepercayaan menjadi hal
yang mendasar bagi kinerja bank dan sangat menentukan kelangsungan usaha bank yang bersangkutan .
Seiring dengan semakin bervariasinya tawaran produk-produk jasa keuangan di pasar maka saat ini
terdapat kecenderungan bahwa deposito atau tabungan tidak lagi menjadi produk investasi satu-satunya bagi
konsumen yang memiliki kelebihan dana dan menginginkan tingkat pengembalian yang tinggi atas investasinya.
Kecenderungan ini menggambarkan kompleksitas konsumen dalam pengambilan keputusan dalam produk jasa
investasi karena keputusan investasi merupakan keputusan diantara risiko dan keuntungan atau dengan kata lain
terdapat imbangan antara kenyataannya bahwa makin besar resiko juga makin besar juga hasil bunganya.
Produk investasi merupakan salah satu produk yang memiliki risiko tersendiri . Sementara di pihak lain,
proses keputusan konsumen tidak semata-mata ditentukan oleh harga atau hasil dari produk itu saja. Terdapat pula
aspek-aspek lain dari produk yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam proses pengambilan keputusannya.
Penelitian ini bermaksud untuk menemukan atribut produk yang dipertimbangkan nasabah dalam memilih deposito
sebagai produk yang ditawarkan oleh perbankan sebagai bentuk investasi dan pengaruhnya terhadap kepercayaan
dan loyalitas nasabah.


METODA PENELITIAN
Sesuai dengan maksud dari penelitian ini, maka terdapat beberapa langkah dalam penelitian ini. Langkah
pertama, nasabah diminta untuk mengidentifikasi atribut produk yang menjadi pertimbangan dalam memutuskan
produk deposito bank mana yang dipercaya sebagai alat investasinya. Selanjutnya hasil identifikasi tersebut
dikelompokkan menjadi beberapa faktor (exploratory factors) dan selanjutnya dianalisis dengan persamaan
struktural untuk melihat pengaruhnya pada kepercayaan dan loyalitas nasabah.
Selanjutnya faktor yang ditemukan tersebut diteliti pengaruhnya terhadap kepercayaan nasabah pada
bank dan dampaknya terhadap loyalitas mereka. Berdasarkan tinjauan diatas, maka dapat dibangun kerangka
penelitian dengan beberapa dugaan yang dinyatakan dalam hipotesis alternatif sebagai berikut :

Faktor 1
                     Kepercayaan               Loyalitas
Faktor 2

H 1 = faktor 1 ke kepercayaan
H2 = faktor 2 ke kepercayaan
H 3 = kepercayaan ke loyalitas
                           
H1 = faktor 1 mempengaruhi kepercayaan nasabah pada bank secara signifikan
H2 = faktor 2 mempengaruhi kepercayaan nasabah pada bank secara signifikan
H3 = kepercayaan nasabah pada bank mempengaruhi loyalitasnya secara signifikan
Sebanyak 220 responden yang menetap di Surabaya dan merupakan nasabah beberapa bank di surabaya
yang memiliki simpanan deposito berjangka, diminta mengisi kuesioner terstruktur yang berisi pertanyaan
penilaian mereka terhadap atribut produk yang dipertimbangkan dalam keputusan penempatan dananya. Data
untuk identifikasi atribut dikumpulkan dengan penggunaan skala Likert 1 – 5 dimana 1 mewakili sangat penting
dan 5 mewakili sangat tidak penting. Data dikumpulkan periode Januari - April 2007. Sampel diambil dengan
menggunakan teknik random sampling di beberapa bank di Surabaya dengan memegang prinsip kerahasiaan
nasabah. Sampel adalah nasabah bank pemerintah maupun swasta di Surabaya yang memiliki deposito berjangka
selama periode penelitian berlangsung, berdomisili dan bekerja di Surabaya dan telah menjadi nasabah bank yang
bersangkutan lebih dari 5 tahun.
Dalam penelitian ini, indikator yang digunakan untuk mengukur kepercayaan merek adalah indicator yang
digunakan oleh Luarn dan Lin (2003) yaitu benevolence (perhatian dan motivasi yang dipercaya untuk bertindak
sesuai dengan kepentingan yang mempercayai mereka), competency (kemampuan pihak yang dipercaya untuk
melaksanakan kebutuhan yang mempercayai) dan predictability (konsistensi perilaku pihak yang dipercaya).
Sementara untuk loyalitas, indikator yang digunakan untuk mengukur variabel ini adalah studi ini menggunakan
pendapat Oliver (dalam Costabile, 2000) yaitu kesetiaan secara kognitif, afektif, konatif dan kesetiaan tindakan.


2. PEMBAHASAN

Kompetensi bank yang terdiri dari keamanan, citra bank, mudah diakses nasabah, jaminan kerahasian
identitas, tingkat bunga dan prosedur pembukaan deposito yang mudah memberikan dampak yang besar pada
loyalitas nasabah sebesar 31.3%.
Faktor Fleksibilitas yang terdiri dari fasilitas sebagai jaminan pinjaman, pilihan jangka waktu, minimal dana
yang disimpan dan kemudahan untuk pencairan memberikan dampak tidak langsung terhadap loyalitas sebesar
30.5%
Meskipun survey ini dilakukan di Surabaya akan tetapi nampaknya hal ini menjadi pola nasional berdasarkan
dua alasan pokok yakni:
1. Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dimana pengaruh individu perseorangan dan
pengaruh perusahan masih dalam imbangan wajar ( vide Laporan 4 Wilker Bank Indonesia Jawa Timur
periode 2005 ). Pada umunya perorangan menempatkan kelabihan dananya pada bank terpercaya
berdasarkan perhitungan keamanan dan tingginya suku bunga dibandingkan dengan penempatan
lainnya. Menurut laporan BI Wilker Surabaya sejak tahun 2000 telah terjadi pergeseran simpanan
deposito dari jangka pendek kejangka menengah dan panjang karena kebutuhan pendanaan dunia
usaha telah berubah kearah jangka lebih panjang dan karena faktor kepercayaan yang tinggi pada
perbankan nasional. Simpanan perbankan jangka panjang tentu saja dapat difasilitasi produk perbankan
berupa Deposito Berjangka yang total dananya di Jawa Timur rata mencapai 2 ( dua ) kali lipat dari
sarana simpanan berupa tabungan dan 3 ( tiga ) kali lipat dana berbentuk Giro ( vide Kajian Ekonomi
Regional Jawa Timur Triwulan IV/2000 yang diterbitkan Bank Indonesia Surabaya )
2. Dari Laporan Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia yang diterbitkan Bank Indonesia pusat 2007 ( vide
www. bi.go.id ) dapat diambil kesimpulan yang hampir sama bahwa faktor keuntungan dan kepercayaan
menjadi alasan mengapa simpanan deposito dan tabungan yang berjangka lebih panjang dari Giro tetap
menunjukkan angka yang cukup tinggi. Sayang bahwa dalam laporan itu masih diadakan penggabungan
antara simpanan berjangka ( deposito ) dengan simpanan berupa tabungan. Meskipun demikian dengan
melihat laporan Wilker BI di Jawa Timur dapat diambil pedoman bahwa secara nasionalpun total saldo
deposito nasional masih 2 ( dua ) kali lipat simpanan berupa tabungan.


Hal lainnya dalam menganalisa dana deposito yang kiranya perlu mendapat catatan atau perhatian adalah
antara lain:
1. Daya pengendapan dana :
Baik dana giro dan lebih-lebih deposito mempunyai daya peengendapan yang stabil bahkan terus
meningkat dari bulan kebulan bahkan dari laporan Bank Indonesia juga dari tahun ke tahun. Daya
pengendapan ini penting karena berhubungan langsung dengan kemampuan bank umum untuk
memberikan fasilitas kredit kepada nasabah debiturnya yang pada umumnya cenderung untuk memakai
fasilitas kredit ini dalam jangka lebih dari satu tahun ( perpanjangan tiap tahun ) .
Bila daya pengendapan pendek dan tidak stabil maka niscaya akan terjadi missmatch yang akan
memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan bank umum. Prinsip yang harus dipegang dalam usaha
perbankan adalah dana dengan jangka waktu pengendapan pendek harus ditempatkan dalam sisi aktiva
yang pendek pula. Ini menimbulkan dilema karena usaha produksi biasanya memerlukan jangka waktu
menengah bahkan untuk investasi harus dibiayai oleh dana kredit investasi yang berjangka panjang.
Oleh karena itu maka opsi untuk memberikan kredit jangka menengah atau panjang haruslah dihadapi
dengan strategi untuk memperoleh dana simpanan masyarakat yang berjangka panjang misalnya
deposito berjangka.
2. Juridically predictable.
Meskipun terdapat daya pengendapan yang stabil pada semua jenis dana pada kondisi ekonomi
negara yang normal akan tetapi dana deposito adalah satu-satunya yang secara juridis dapat dipastikan
jangka pengendapannya. Certainty dan oleh karena itu predictibility adalah unsur terpenting dalam
usaha industri dan trading. Kedua unsur ini hanya dapat diberikan secara jelas oleh usaha pengumpulan
dana dalam bentuk deposito perbankan.
3. Pengaruh pasar finansial.
Bagi mereka yang memahami situasi pasar keuangan ( financial market ) tentu mengetahui bahwa
investasi dalam pasar modal mengandung resiko yang lebih besar karena meskipun sering terjadi
rebound pada saat terjadi gejolak pasar modal akan tetapi sering juga meninggalkan bilur-bilur kerugian
pada pemilik modal. Sebaliknya krisis perbankan ( mass bank failure ) tidak sering bahkan hampir tidak
pernah terjadi pada seluruh wilayah pasar keuangan. Regional crisis mungkin terjadi akan tetapi tidak
meliputi seluruh dunia sekaligus seperti krisis tahun 1998 hanyalah terjadi di Asia.
4. Konstribusinya :
Konstribusi deposito terhadap keseluruhan usaha pengumpulan dana perbankan juga cukup besar
bahkan boleh dikatakan paling besar. Ini juga menunjukkan bahwa motivasi penyimpan dana makin
jelas yakni untuk memperoleh keamanan ( trust ) bagi dananya dan perolehan hasil bunga yang cukup
tinggi. Pada dana giro sebenarnya motivasi penyimpan hanyalah kepercayaan dan kelancaran dalam
penarikannya sehingga dimaksudkan bukan untuk “menyimpan” dananya akan tetapi hanyalah untuk
memperlancar transaksi usahanya saja.

3. PENUTUP

Stability, pricditybility dan sustainability penyediaan dana perbankan berkat kepercayaan para nasabah bank
pada produk deposito pada gilirannya juga mempunyai pengaruh yang amat besar bagi jalannya usaha produksi
pada ekonomi riil. Tanpa usaha produksi riil maka tugas negara untuk menyediakan dan menjaga kelangsungan
kesempatan kerja bagi seluruh penduduk Indonesia juga tidak dap[at diolaksanakan dengan baik. Kesempatan
kerja merupakan kunci pokok dalam memenuhi tugas negara sesuai konstitusi yakni memberikan kesejahteraan
bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Kesempatan kerja dan pemberian kemakmuran bagi rakyat masih sepenuhnya bergantung kepada
kebijaksanaan keuangan negara dan kebijaksanaan dalam reksa pemerintahan lainnya termasuk dalam
penyediaan infrastruktur dan penyediaan energi nasional akan tetapi sekurang-kurangnya masyarakat perbankan
sudah memberikan konstribusi yang amat penting. Konstribusi inilah yang juga diharapkan oleh Undang Undang
No 7 Tahun 1992 dan Undang Undang No 10 Tahun 1998 ketika membahas tentang tujuan, fungsi dan peranan
bank di Indonesia sebagaimana disebutkan dalam pasal 4 Undang Undang tersebut yakni “ Perbankan di
Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan,
pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”.
Keterbatasan penelitian ini adalah sampel yang digunakan hanya terbatas pada daerah Surabaya sehingga
bersifat regional. Akan tetapi dengan dukungan data perbankan secara umum, keterbatasan tersebut masih dapat
ditanggulangi. Untuk penelitian selanjutnya, dapat mengkaji masalah ini ke seluruh wilayah Indonesia dengan
populasi yang lebih luas lagi sehingga hasil penelitian dapat lebih valid.

source : http://gubuk-biru.blogspot.com/2011/06/download-jurnal-ekonomi-dan-perbankan.html




Tidak ada komentar:

Posting Komentar